• Home
  • About Me
  • Lifestyle
    • Review and Tips
    • Outfit
    • Parent(think)
  • Ficton
  • Inspirational Stories
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Ibu Anak Satu Seneng Cerita

Sayur yang wajib ada di kulkas? Waduh, jujurly aku agak bingung jawabnya nih, Buibu, karena aku suka semua sayur jadi sayur apapun adalah wajib buatku.

                                        

                                           


Sebagai keluarga yang doyan sayur, aku terbiasa membuat menu masakan rumahan yang bikinnya ga bikin repot. Biasanya aku buat sayur berkuah seperti sup, sayur asem, satur lodeh, tumisan, atau capcay kuah. Dan kali ini, kebetulan suamiku yang belanja sayur jadi pesanku cuma sayur yang awet untuk disimpan disuhu ruangan selama satu atau dua hari.

Btw, kami tinggal di Batam ya, Buibu. Suhu ruangan di Batam biasanya 28 derajat celcius tapi feels like 34 derajat celsius kalau menurut Google. Hehe. Jadi ya kurang lebih disuhu segitu, sayuran apa yang kira-kira awet untuk disimpan.

Anak kami suka sekali labu siam, brokoli dan wortel. Hanya saja karena beberapa minggu ini sudah terlalu banyak makan sayuran hijau dan seafood jadi kami agak skip dulu konsumsi brokoli karena khawatir malah kami nanti yang kena asam urat, kalau kami masih juga konsumsi brokoli. Hahaha.

Nah, postingan kali ini aku mau membahas beberapa manfaat yang bisa didapat dari sayuran yang baru saja dibelikan suamiku.

Labu Siam

Labu siam sebagai salah satu sayuran kegemaran keluarga banyak sekali lho manfaatnya. Selain rasanya yang manis dan teksturnya lembut setelah dimasak, labu siam juga memiliki kandungan air yang banyak, mengandung folat, menjaga kolesterol, dan juga bisa menangkal radikal bebas plus sebagai anti kanker! Luar biasaaaa tepuk tangan dulu penonton di studio! (Mulai halu)

                                    


Terong Ungu

Next, aku punya terong ungu. Kalau ini kesukaan aku dan suami. Terong digoreng aja pake sambel tomat plus tempe tahu goreng hangat saja sudah nikmat sekali rasanya untuk dijadikan teman makan nasi. Tapi, apa sih manfaat terong? Tidak kalah dari labu siam, terong ungu pun punya segudang manfaat termasuk anti kanker. Terong ungu juga bisa mengurangi resiko penyakit jantung, mengontrol gula darah, mencegah kolesterol, dan lainnya. Sayangnya, terlalu banyak mengkonsumsi terong ungu pun ternyata bisa menghambat penyerapan zat besi dan bisa meningkatkan resiko batu ginjal selain juga dapat memicu terjadinya peradangan atau inflamasi. Jadi, konsumsi secukupnya saja yaa, Buibu. Walaupun, Mamajeng sendiri kalau tahu harga terong ungu sedang murah tergoda untuk beli banyak! Hahaha. Tapi kan awet ya kan. Jadi bisa untuk stok dua minggu. Hahaha

                                      


Buncis
Buncis kaya nutrisi dan bisa memberi banyak sekali manfaat, Buibu. Mulai dari membantu proses diet, karena kalorinya yang rendah. Sehingga bila mengkonsumsi buncis sebagai menu diet, Inshaa Allah jarum timbangan akan bergerak ke arah kiri ya, Buibu. Buncis pun dapat meningkatkan kesuburan. Dan, sama seperti labu siam juga terong ungu, buncis pun bisa mengurangi resiko kanker.

                                          


Wortel
Semua pasti sudah tahu kalau wortel sangat bermanfaat untuk kesehatan mata. Tapi ternyata bukan cuma itu manfaat wortel. Wortel pun mengandung manfaat untuk kesehatan kulit, kaya serat dan mengandung senyawa yang juga dapat dapat melindungi tubuh dari sel kanker lho, Buibu. Wortel yang rasanya manis ini enak untuk dibuat jus juga lho.

                                        

Nah, demikian manfaat dari beberapa jenis sayur yang baru kami beli untuk setok beberapa hari. Semoga bermanfaat dan semoga selalu sehat.


Salam.




















Share
Tweet
Pin
Share
3 comments

Tetap fresh dan wangi di tengah pandemi dengan produk under seratus ribu rupiah. Emang bisa? Bisa banget dong, Bu.




Aku mau tanya dulu, apa sih sebenernya yang kita butuhkan untuk bikin badan tetap fresh dan wangi? Yang pasti adalah mandi bersih pakai sabun kegemaran. Sehabis mandi ga lupa untuk pakai lotion yang bikin kulit lembab, lembut dan kalau bisa sih mencerahkan.

Selain kulit tubuh, kulit wajah juga butuh pelembab. Beberapa bulan ini aku lagi senang pakai Nivea Sun Serum. Aku sih tidak yakin ini pelembab, tapi sun serum Nivea ini cukup melembabkan kulitku plus mencerahkan juga. Memang  sih produk ini mengandung Aura booster dan Vitamin E. Produk Nivea ini juga mengandung Licorine extract dan SPF 50 dan PA+++. Aku pakai Nivea sun serum yang warnanya pink untuk kulit jenis kulit normal. Nivea sun serum ini ada dua warna ya, pink dan hijau. Yang hijau ini untuk jenis kulit berminyak. Setelah apply sun serum ke seluruh permukaan wajah aku tetap apply sunblock juga untuk perlindungan extra dari sinar UV.

                                                             

Nah, ngomongin sunblock wajah, dari dulu aku suka sekali pakai sunblock Emina. Selain SPF nya yang menurutku cukup tinggi, harganya yang tidak sampai empat puluh ribu so pasti terjangkau di dompet Ibu-ibu macam aku gini yang senang menabung demi beli tas Coach. Sunblock Emina juga mudah meresap di kulit wajahku dan tidak terasa lengket, Bu. Eits, tapi tidak perlu khawatir sunblock ini tidak membuat kulit kering kok. Kandungan Aloe vera ekstrak dan emmolient- nya dapat memberi kelembaban pada kulit wajah Buibu juga lhoo. Tapi, sesuai pengalamanku, sunblock ini tidak membantu memutihkan atau mencerahkan warna kulit wajah yaa. Fungsinya hanya melindungi kulit dari paparan sinar UV plus membantu melembabkan kulit. Dan seperti sunblock yang lain, sebaiknya sunblock di re-apply perdua jam untuk melindungi kulit wajah secara optimal ya, Buibu.

                                                        

Kalau sudah pakai sun serum dan sunblock, sekarang waktunya pakai moisture stain dari Revlon. Jadi, entah kenapa moisture stain ini bikin bibirku beneran lembab. Sesuai namanya juga moisture. Warna – warnanya juga menggemaskan sekali lho, Buibu. Jadi bingung kan beli satu atau dua #lho. Itu juga kenapa tiap ada sale produk Revlon aku selalu sempatkan beli dan moisture stain ini suda aku re-purchased beberapa kali. Oya, aku pakai shade Cannes Crush ya nomor 25. Soalan harga nih kalau lagi harga normal memang lebih dari seratus ribu, tapi karena aku selalu beli tiap ada sale jadi biasanya paling mahal aku beli di harga lima puluh ribuan aja.

                                    

Baiklah, sentuhan terakhir aku semprot – semprot pakai parfum dari MINISO. Eau de toilette yang aku pilih aroma British Pear, Buibu, dan sudah beberapa kali aku re-purchase karena wanginya cukup tahan lama dan segar. Menurutku, produk eau de toilette ini cocok buat penggunaan sehari – hari selama di rumah aja. Dengan harga lima puluh sembilan ribu sembilan ratus rupiah aja daster my love jadi wangi semerbak British Pear.

                                                         

Nah, itu tadi produk – produk yang rutin kupakai sehari – hari. Harganya Inshaa Allah terjangkau semua ya, Buibu. Dan yang pasti, kita bisa tetap terlihat cantik, fresh dan wangi di depan suami meskipun kita masih harus di rumah aja.

Selamat mencoba.

Salam.


Share
Tweet
Pin
Share
2 comments





Raja William memerintahkan kedua putranya, yaitu Pangeran Henry dan Pangeran Rafael untuk mempersiapkan hadiah yang akan diberikannya pada Elis.

Kedua putranya itu harus merahasiakan hadiah masing-masing sampai tiba waktunya untuk keduanya menyampaikan hadian yg telah dipilihnya pada Elis. Elis pun tentu harus memilih, diantara kedua Pangeran. 

Seluruh penghuni istana keheranan dengan perintah sang Raja untuk kedua putranya itu. Terlebih, kedua Pangeran tampak kebingungan memikirkan hadiah apa yang akan diberikan untuk Elis.

Namun, Raja William paham, bahwa seorang pria yang mencintai wanita yg diidamkannya akan mengerti dan berusaha memberikan apa yg dibutuhkan oleh wanita idamannya. 

Maka, secara tak langsung, kedua Pangeran pun akan memperlihatkan besar cintanya pada Elis.

Raja William yg mengetahui isi hati Elis, berharap2 cemas menunggu siapa diantara kedua putranya yg bisa memenangkan hati Elis. Usianya yg telah lanjut, membuatnya berharap banyak salah seorang putranya bisa segera menggantikannya sebagai raja.

Lalu, datanglah hari itu. Hari yg dinanti-nanti oleh Raja dan penghuni istana. Dimana tiba saatnya kedua Pangeran memberi tahu Elis hadiah apa yg akan diberikannya untuknya.

Bila Elis menerima hadiah dari salah satu pangeran, berarti Elis bersedia menerima sang pangeran untuk menikahinya.

Pangeran Henry telah menyiapkan sepetak kebun untuk diberikannya pada Elis, lengkap dengan bibit buah, sayur dan bunga. 

"Elis senang berkebun," ujarnya "sepetak kebun ini tentu akan menghiburnya bila kelak ia harus tinggal di istana.

Sementara, pangeran Rafael telah menyiapkan banyak perhiasan untuk diberikannya pada Elis.

"Elis wanita yg cantik. Dengan perhiasan ini tentu ia akan terlihat lebih cantik dan menawan.

Elis tersenyum mendengarkan penuturan kedua Pangeran. Hatinya telah lama jatuh cinta pada salah satu Pangeran dihadapannya. Dan kini, sang Pangeran telah menawarinya sesuatu yg berarti untuknya. Sesuatu yang membuatnya tetap ingat siapa dirinya meskipun nantinya ia menjadi tuan putri.

Begitulah, Elis memilih seorang Pangeran pewaria tahta kerajaan. Kelak, semua orang akan mengenal Elis, sebagai gadis petani yg menjadi tuan putri.

Tamat.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments





Putri Elis membungkukan tubuhnya saat bertemu dengan Raja Willam. Dia pun tersenyum pada kedua Pangeran yg duduk di samping kanan dan kiri Raja William.

Pesona Elis demikian memancar. Bahasanya halus dan lugas tanpa dibuat-buat. Ia pun berhasil membuat Raja William tertawa. Sampai akhirnya jamuan makan siang tiba.

Pangeran Henry dan Pangeran Rafael, begitu terpesona pada pribadi dan kecantikan Elis. Sehingg keduanya kembali menyampaikan keinginan mereka untuk meminang Elis.

Raja William mendengarkan permintaan anak-anaknya dengan bijak. Ia pun kemudian memikirkan bagaimana perasaan Elis thd kedua putranya.

Raja William mengundang Elis untuk tinggal beberapa hari di istana. Ia pun mengutus seseorang untuk memintakan ijin pada orang tua Elis. Elis yang awalnya khawatir, pada akhirnya menyetujuinya.

Dengan ijin dari ayah dan ibu, Elis pun mulai tingga di istana. Anehnya, Elis yg terbiasa bekerja dirumahnya, kini harus selalu dilayani. Belum lagi pakaian2 yg diberikan pihak istana untuknya. Hanya beberapa yg ia kenakan. Sisanya tak dipakainya. Raja yg heran pun bertanya kenapa Elis tak memakai semua pakaian yg diberikan? Namun, Elis masih merasa cukup dengan hanya beberapa pakaian saja. Jawaban Elis kembali membuat Raja William merasa senang.

Waktu terus berlalu, keseharian Elis pun mulai terlihat dengan jelas. Sekarang, tiba waktunya untuk Elis pulang.

Pangeran Henry yg diam-diam lebih mencintai Elis merasa sedih. Begitupun Pangeran Rafael.

Kebimbangan Raja William pun disampaikannya pada Elis.

"Siapa diantara kedua putraku yg kau sukai?"

Elis tersenyum dan kemudian menjawab, "Maaf, yang mulia. Aku tertarik pada keduanya, tapi aku lebih tertarik pada Pangeran yg lebih memahami diriku".

Raja William mendengarkan dengan sabar. Maka, dengan bijak ia memutuskan untuk membuat Elis memilih dengan cara lain.

Nah lho, gimana tuh cara Raja William bikin Elis bisa milih? Yumarii nanti akan ada sambungannya yaaa.



Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hidup Di Perantauan


Sebagai anak sulung yang lahir dan besar di Bandung, saya belum pernah merasakan merantau ke luar Pulau Jawa. Bapak Ibu saya memang asli Jawa tengah, akan tetapi mereka merantau sejak menikah dan membuat saya terbiasa hidup di Jawa Barat.

Tentu bukan hal mudah buat saya memutuskan untuk ikut suami hijrah ke kota Batam, Kepulauan Riau. Rasa cemas, khawatir dan pastinya masih rindu kampung halaman kadang membuat saya terpikir untuk pulang kampung. Ingat, mudik dan pulang kampung adalah dua hal yang berbeda makna. Namun, keputusan untuk hijrah adalah yang terbaik untuk kami karena kami perlu mengeksplor lebih jauh sejauh mana kami bisa survive di tanah rantau.

Suami saya sendiri lahir dan besar di Bontang Kalimantan Timur karena Papa dan Mama mertua merantau dan membangun karir di sana, padahal mereka berdarah asli Surabaya. Jadi semangat untuk hijrah dan mengejar karir dengan merantau memang sudah jadi wacana suami.

Beruntungnya saya karena sesampainya di Batam saya cepat membangun support system yang adalah Ibu – Ibu dari teman anak saya, baik itu teman sekolah atau teman main. Disitulah, semua terasa lebih mudah. 

Di Batam sendiri memang banyak sekali perantau, setidaknya begitu yang saya temui selama sepuluh bulan tinggal di kota Batam ini. Batam sendiri memiliki suku asli yaitu Melayu, meskipun konon pada tahun 1817 telah ditemui juga etnis Cina yang juga telah tinggal di Batam.

Saya dan suami yang berdarah Jawa selama tinggal di Batam ini memilih tinggal di Kecamatan Sekupang Kelurahan Tiban Baru. Memang agak jauh bila harus ke pusat kota, tetapi karena Batam masih minim kemacetan jadi jarak tempuh dari tempat tinggal kami ke kota paling hanya 15-20 menit sudah termasuk berhenti di lampu merah. Eh, tapi kami bepergian dengan motor ya, kalo dengan mobil mungkin akan lebih lama sekitar lima menitan, apalagi kalau plus antri bensin di pom hehe.

Nah, bagaimana rasanya tinggal di Batam setelah sepuluh bulan tanpa mudik? Seru! Entah kenapa kami merasa lebih tenang karena sedikitnya kami menjauh dari hingar bingar kota dan kemacetan parah. Oya, sebelum pindah ke Batam ini kami memang pernah tinggal di Jakarta selama setahun, jadi rasanya kontras sekali.

Kami pun merasa amazed karena di kota ini belum pernah sekalipun melihat orang membayar belanjaan dengan kartu kredit. Padahal selama tinggal di Jakarta promo cash back pembayaran dengan menggunakan kartu kredit bisa ditemui hampir di setiap gerai makan atau retail.

Namun, sebagai anak rantau tentu kami pun rindu mudik ke Bandung dan Surabaya. Orang tua dari suami setelah pensiun langsung mudik ke Surabaya hehe jadi saya memang belum pernah berkunjung ke Bontang.

Selain kangen bertemu dengan orang tua, kami juga rindu berburu kuliner di dua kota itu. Saya rindu sekali makan surabi haneut (baca; serabi hangat) dan mie kocok Bandung. Sementara kalau ke Surabaya saya senangnya makan es krim di Zangrandi dan makan lontong balap atau kupang plus sate kerang. Alamak! Jadi ngiler! Hahaha

Sayangnya, sebagai anak rantau kami harus juga berhemat dan tidak bisa sering mudik. Ditambah lagi dimasa wabah seperti sekarang, penerbangan juga diperketat sehingga kami tidak bisa asal mudik.

Jadi bagaimana cara kami mengobati kangen pada orang tua, adik/ kakak, dan teman?

1.   Memanfaatkan telefon dan aplikasi penyedia layanan video call seperti Whatsapp. Meskipun tidak sama seperti saat bisa bertemu langsung dimana kita bisa saling peluk dan cium tapi video call pun cukup membantu untuk mengobati rindu. Kalau sebelumnya kita bisa ber-video call dengan empat orang sekaligus, kabarnya sejak April 2020 kita sudah bisa menambah personil ber-video call hingga delapan orang lewat aplikasi Whatsapp ini.

2. Berkirim foto.

Berkirim foto bisa mengobati juga kekangenan selain juga bisa meng-capture moment yang tidak bisa disaksikan saat bervideo call. Biasanya kami diam-diam meng-capture kelakuan anak kami yang mengundang tawa dan mengirimkannya pada orang tua. Pastinya ortu akan sangat senang dikirimi foto cucu.

3. Rajin menanyakan kabar orangtua lewat aplikasi chat.

   Jangan sampai tidak ada kabar berhari – hari lho. Usahakan dalam satu hari setidaknya ada dua sampai tiga kali chat dengan orang tua.

 

Begitulah, kekangenan ini harus kami tahan entah sampai, yang pasti kami selalu mendoakan semoga orang tua, keluarga dan teman – teman yang kami tinggal merantau semuanya dalam keadaan baik.

Aamiin Allahuma Aamiin.

Salam.

 

 


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
menu masakan Lebaran di tengah pandemi

Lebaran di tengah pandemi pastinya menarik buat saya apalagi ini pertama kalinya kami merasakan lebaran di tanah rantau yang berbeda Pulau dengan kampung halaman kami. Lebaran yang biasanya jadi moment bermaaf – maafan sekaligus ajang kumpul keluarga, kali ini harus cukup puas dengan berlebaran di rumah aja tanpa salam – salaman.

Biasanya ritual open house berlangsung di rumah keluarga yang dituakan. Jamuan santapan khas hari raya tersedia di meja makan dan meja tamu. Tapi kali ini tidak begitu. Sebagai anak rantau, saya yang terbiasa berlebaran dengan keluarga tiba – tiba harus membuar opor tentu bukan hal sepele. Effort-nya luar biasa ditambah dengan khawatirnya saya saat harus membeli bahan – bahan masakan, mengingat di Kecamatan tempat saya tinggal di Batam tercatat dua kasus positif Covid 19.

Demi keamanan, akhirnya saya memutuskan untuk belanja online. Saya mengirim pesanan bahan – bahan masakan dan makanan yang dibutuhkan lalu akun penyedia ikan daging sayur dan buah datang mengantarkan ke rumah.

Bagaimana dengan bumbu-bumbunya?

Saya beli bumbu giling siap pakai dari tukang sayur langganan! Hahaha. Sebagian dari anda mungkin tidak setuju dengan bumbu giling, tapi demi kewarasan, bolehlah sedikitnya menurunkan standar. Toh tidak tiap hari. Nah, masakan apa yang saya buat untuk menemani hari raya? Kari ayam, rendang sapi, dan telur balado. Sayurnya? Nah, ini dia masalahnya. Menu sayur rasanya kurang nyambung ya. Jadi, kami ganti dengan konsumsi buah yang lebih banyak.

                                    

menu masakan di tengah pandemi  menu masakan lebaran di tengah pandemi

Moment masak dan makan bersama sendiri sebetulnya juga moment yang hangat untuk saling bertukar cerita atau sekedar berceloteh ringan bersama dengan keluarga, tapi apa boleh buat, demi keamanan kita harus jaga jarak dan tidak berkumpul selama masa pandemi ini. Jadi ya masak sendiri (paling dibantu suami) makannya pun sendiri (hanya bersama suami dan anak saja).

Lebaran kali ini tidak ada makan bersama di meja makan yang lebar itu. Silaturahmi pun dilakukan lewat video call. Bahkan Shalat Eid pun dilakukan dirumah masing – masing untuk wilayah yang masih tercatat sebagai zona merah. Meski rasa geregetnya berbeda dari lebaran di tahun – tahun sebelumnya, setidaknya lewat video call kita masih bisa melihat orang yang kami sayang. Selain juga, kami tetap bersyukur karena masih bisa mendengar Takbir dikumandangkan.

 


Share
Tweet
Pin
Share
5 comments


Bilal dan Wahsyi. Sama-sama budak, tapi punya mental yg jauh berbeda. Bilal, budak yg punya integritas dan dedikasi pada keyakinannya. Merasa cukup dan terbuka hati dan juga pikirannya.

Wahsyi, budak yg sangat kuat. Yg selalu berorientasi pada kekurangan. Selalu merasa terbelenggu dgn kondisinya sbg budak. Kelak, Wahsyi akan dibebaskan oleh tuannya, namun, tetap saja, iya akan tetap menjadi budak pikirannya yg sempit.

Bilal, bisa jadi kamu atau aku. Atau mungkin sebaliknya, akulah Wahsyi atau kamu yg Wahsyi.

Sudah sejak jaman Rasulullah SAW, mental manusia menentukan akan jadi apa dan bagaimana seseorang menjalani hidup.

Sebagian dari kita merasa cukup, berserah pada keyakinan hakiki, sehingga timbul syukur yg teramat besar pada sang empunya hidup. Hidup dijalani dgn mantap, tak oleng, apalagi lupa daratan.

Sebagian dari kita seringkali merasa terkungkung dgn keterbatasan. Merasa kurang, merasa diri tak berharga, useless, tak punya pencapaian, pun bila ada pencapaian tak dilihat apalagi disyukuri. Yg demikian jadi budak pemikirannya sendiri. Tak pernah rasa tenang, lelah mengutuki nasib.

Bilal bisa jadi kamu atau aku. Kamu atau aku bisa jadi Wahsyi. Keduanya ada. Nyata. Tak pandang bulu, tak pandang budaya, tapi mungkin pandang umur.

Kalau kamu Bilal, tetaplah begitu. Kamu sdh merdeka. Pikiranmu damai, perasaanmu lapang merasai penuhnya nikmat hidup.

Kalau kamu Wahsyi, tenang. Beri jeda pada dirimu untuk biarkan sedikit saja rasa syukurmu hadir dalam diri yg kosong tak ada isi. Kelak, kalau kamu berserah dan tak lagi bolak balik melihat keburukan, kamu akan merasai gembira atas dirimu sendiri.

Kamu dan aku, bisa jadi adalah Bilal. Wahsyi, bisa jadi kamu dan aku.

Terserah pada pilihanmu yang mana yang menguntungkan hidupmu kini dan nanti.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Raja William rupanya telah mendengar kabar mengenai Elis si gadis petani. Maka, saat Pangeran Henry dan Pangeran Rafael menyampaikan keinginan mereka untuk mengundang Elis ke istana, Raja William menyetujui.

Terutama, karena stlh byknya Putri dari berbagai penjuru dunia yg diundang untuk perjodohan dengan kedua Pangeran tak satupun yg berhasil memikat Pangeran, maka tak perlu menyia2akan kesempatan untuk sekedar memberi kesempatan kedua Pangeran bertemu dengan seorang gadis.
Setidaknya begitulah pemikiran sang Raja saat itu.

Istana kemudian mengundang Elis yang baik hati itu. Elis dan kedua orang tuanya terkejut, tapi tak berlebihan. Bagaimanapun, mereka tidak tau apa yg sebenarnya terjadi, mengapa Elis sampai diundang ke istana.

Elis bersiap menuju istana, tentu dengan pakaiannya yg sederhana tapi tetap bersih dan wangi. Kecantikannya bahkan membuat utusan raja berdecak kagum dan bergumam, "sungguh, aku melihat ada diri Putri dari gurat wajahnya."

Orang tua Elis melepas kepergian anaknya dengan pengharapan semuanya baik2 saja dan Elis tak akan mendapat kesulitan. Tentu, kebaikan hari Elis diperolehnya dari kedua orang tuanya yang tak pernah berburuk sangka. Mereka hanya mengharap dan melakukan yg terbaik, apapun adanya.

Dengan kereta kencana istana, Elis pergi meninggalkan desanya. Beberapa orang tetangga bertanya2 ada apakah sebenarnya. Tapi orang tua Elis hanya tersenyum tak menanggapi banyaknya pertanyaan dari mereka.

(Bersambung)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Elis menatap lampu ajaib yg telah dibersihkannya itu. Lampu ajaib yang tadinya kotor, kini terlihat begitu mengkilap.

Ia kemudian melihat bayangan dirinya pada cermin kecil di atas meja. Melihat bayangan perempuan muda dan kusam dan kumal itu, Ia pun terhenyak menyadari dirinya yang jauh dari cantik.

"Beginikah caraku menghargai diriku?"

Rambut yg tergerai kusut itu coba diikatnya. Pipinya yg kotor terkena tanah pun diusapnya. Ia lalu melihat pakaiannya yg pudar tak berwarna.

"Oh! Siapa perempuan muda yg kumal dan kotor ini?! Sungguh tak menarik!" gumamnya.

Elis cepat berjalan menuju lemari pakaiannya, diambilnya celengan tanah liat yg sudah penuh itu.

Prang!

Cepat Ia menghitung uang tabungannya. Uang yg banyak itu, sebagian disimpannya lagi dan sebagian lainnya Ia berikan pada Ibunya. Ia pun mengambil sedikit untuk dirinya.

Setelah memberikan uang pada Ibunya, Ia cepat menuju pasar, dimana semua pedagang menjajakan barang-barang dagangannya.

(Bersambung)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Maukah kamu ku ceritakan dongeng tentang anak petani yg kelak menjadi Tuan Puteri?

Duduk manis, bawa juga botol minummu itu.

Anak petani itu bernama Elis. Ia tak pernah mengurus wajah ataupun rambutnya sehingga terlihat kumal. Baju-bajunya pun lusuh dan tak berwarna saking pudarnya.

Meskipun begitu, Elis selalu rajin dan giat membantu ayah ibunya berkebun dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Elis pun dikenal sangat ramah dan gemar membantu siapa saja, selain jg cerdas dan periang.

Sungguh sosok perempuan yg menyenangkan kalau saja Ia bisa sedikit mengubah penampilannya.

Suatu hari, saat Ia hendak menanam kentang, Ia menemukan sebuah lampu ajaib yg sangat kotor dan kusam.

"Wah, menarik! Kalau kubersihkan pasti akan jadi cantik untuk pajangan di rumah," pikirnya.

Begitulah, gadis petani itu lantas membawa pulang lampu ajaib yg ditemukannya selesainya Ia bercocok tanam.

Elis mencuci, menggosok dan mengelap lampu ajaib itu sampai benar2 bersih dan kembali mengkilap. Benar2 mengkilap dan hampir berkilau bila terkena cahaya.

Namun, anehnya Elis justru diam terpaku menatap lampu ajaib ditangannya itu.

(Bersambung)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hai Buibu,

Apa kabar hari ini? Batam hujan, enak buat tidur. Tapi anak kami yang bisa dipanggil Ajeng, yang walaupun tadi udah ikut sahur, tetep aja harus sarapan lagi. Taunya aku bangun kesiangan dong hari ini, jadi suami yang lagi #wfh bantu buatin menu sarapan buat Ajeng.

Pagi tadi, suami yang biasa aku panggil “Mas” buatin nasgor telor teri mentega. Gampang banget buatnya. Tapi rasanya uenak plus dapet bonus cinta buat Ajeng hahahaha.

Nasgor telor teri mentega ini bisa disesuaikan juga sama stok dikulkas. Penasaran bikinnya gimana?

Bahan-bahan:

  1. Nasi putih secukupnya
  2. Butir telur ayam
  3. Secukupnya teri ± 50 gram
  4. Setengah sendok makan mentega

Bumbu:

  1. Sejumput garam
  2. Sejumput merica
  3. Bawang putih
  4. Bawang bombay (boleh diganti atau skip )
  5. Sejumput kaldu jamur

Cara Membuat:

  1.  Panaskan wajan.
  2. Masukan mentega, tunggu sampai cair.
  3. Masukan teri terlebih dahulu tunggu sampai setengah matang.
  4. Masukan bawang bombay, lalu bawang putih, tunggu sampai layu.
  5. Masukan telur kemudian diaduk.
  6. Terakhir, masukan nasi, tambahkan bumbu, aduk rata.

Gampang banget kan, Buibu? Inshaa Allah anak-anak juga suka. Oya, Usia Ajeng ini sudah mau 4 tahun ya, jadi dia udah bisa makan menu dewasa.

Buat Buibu yang kepepet bikin menu makan simpel untuk anak-anaknya. Silakan dicoba.



Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
 

Halo Buibu ...

Setelah sekian lama ga buka blog, akhirnya aku bisa mulai genjot lagi nih. Postingan pertama di blog aku yang nirfaedah itu harap dimaklum ya, namanya juga newbie. Hahaha. Sekarang aku akan mulai cicil cerita yang kemaren-kemaren tertunda. Seperti yang udah aku rencanain dipost yang lalu aku niatnya mau share soal masakan garang asem #alamamajeng plus ngereview skin care yang lagi aku pake. Tapi, niatan masak garang asem #alamamajeng masih sebatas diawang-awang, karena aku malah masak menu lain.

Ngomongin menu masak, emang harus disesuaikan sama stok kulkas ya kan, Buibu? Dan sejak peraturan #stayathome alias #dirumahaja diberlakukan, aku berusaha untuk refill isi kulkas dengan teratur. Pokoknya jangan sampai kulkas kosong.

Dipostingan kali ini aku mau share tentang sayur-mayur dan jenis lauk pauk yang selalu ada didalam kulkasku.

Jadi, yang paling awet sebenernya emang bahan makan protein hewani kayak daging sapi, daging ayam atau ikan. Walaupun gitu, aku tetep juga kok nyetok sayuran. Biasanya, aku belanja 1 minggu 1 kali, tapi dimasa pandemi ini, aku belanja 10 hari sekali. Kelamaan? Emberrr ... Padahal, aku ini aslinya buibu ternak lalu ke pasar. Habis nganter anak sekolah langsung ke pasar maksudnya hahaha.

Dalam 10 hari itu, aku nyetok daging sapi, daging ayam ( termasuk hati ayam, kepala dan ceker karena aku biasa beli ayam utuh), 2 jenis ikan tawar dan laut, udang, cumi dan telur. Untuk sayurannya, aku selalu sedia wortel, brokoli, kol/ kubis, buncis, kacang panjang, terong ungu, labu siam, bayam, sawi manis, kangkung, tauge dan tomat. Kadang aku tambah juga sama kembang kol dan kentang, atau jagung semi, jagung manis dan pare. Tergantung apa yang duluan kau lihat di pasar. Hahaha.

Nah, buat cara penyimpananya jelas paling mudah untuk daging-daging dan ikan-ikanan atau seafood ya, Buibu. Karena, setelah dicuci bersih, bisa langsung dipack di food container dan masuk ke dalam freezer.

Kalo sayuran ini agak peer penyimpanannya, karena kalo ga tepat bisa layu, kering atau malah busuk. 10 hari kan lama yaa. Biar ga kebuang dan jadi mubazir, biasanya aku bedain packing-an untuk sayuran “harus cepat habis” dengan sayuran yang “lebih awet”.

Jadi, sayuran yang harus cepat habis ini diantaranya kangkung, bayam dan sawi. Bagian dari sayuran harus cepat habis ini aku cuma ambil dan simpan bagian yang mau aku masak, setelah itu aku taruh di food container yang udah aku alasi pake paper towel, tissue toilet atau facial tissue pun gapapa, tergantung dirumah sedianya tissue apa. Kenapa dialasi? Jaga-jaga takutnya food containernya berembun dan jadi basah sayurannya. Tiap sayuran dibatasi lagi sama tissue ya, Buibu. Misal, aku taruh kangkung duluan, tutupi dengan tissue, terus baru diatasnya ditaruh bayam atau sawi. Gitu terus sampe containernya penuh. Terakhir sebelum ditutup jangan lupa kasih tissue lagi baru tutup rapat pake tutup food containernya.

Buat sayuran lain kayak terong ungu, labu siam atau kentang, biasanya aku taruh di kulkas paling bawah. Sementara brokoli, kol/ kubis, kembang kol, buncis, kacang panjang, aku jadikan satu di food container yang besar, kenapa? Karena aku punyanya food container yang besar! Hahahaha. Biar praktis aja gitu di satu food container. Jadi buka tinggal pilih mau sayur yg mana. Kalo sayurannya terlalu besar untuk ditaruh difood container bisa dipotong-potong dulu, Buibu. Gimana aja biar itu sayuran bisa muat di food container. Kalo ga punya food container besar yang kaya wadah donat dagangan itu, juga bisa di taruh di food container yg kecil-kecil. Jangan lupa sebelum ditutup, dialasi dulu pake tissue basah biar sayuran tetap kering dan segar.

Oiya, aku lupa. Kalo tomat biasanya aku simpan di suhu ruangan juga ya, Buibu. Inshaa Allah dengan penyimapanan yang begitu, bisa awet bertahan 10 hari.

Silakan dicoba.

 

 



Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Halo Buibu,

 

Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu yaa.

Buibu, tau ga, kapan hari, aku ditanya nih soal outfitku. Katanya outfitku kece! Hahaha jadi seneng. Padahal aslinya aku ngasal aja lho kalo pake baju, mengingat isi lemariku ya itu-itu aja.

Sejak Ajeng lahir, isi lemariku beralih dari warna warni ke dominan warna pink dan warna netral. Kenapa begitu? Biar gampang aja untuk nge-mix and match outfitku, dan biar gampang sesuaikan kostum sama Ajeng. Hahaha maafkan ke-shallow-anku. Tapi, nyatanya isi lemari yang itu-itu aja dengan warna yang mayoritas netral, bikin aku lebih cepet pilih outfit harianku. Alhamdulillah lagi, karena ada aja yang bilang kece. Bonus banget, karena level kebahagiaan langsung naik 3 bar. Hahahaha.

Jadi gini, aku tuh penganut capsule wardrobe. Apa itu capsule wardrobe? Isi lemari yang warnanya itu-itu aja terdiri dari beberapa macam bawahan, bisa celana baggy, skinny jeans, boyfriend jeans, atau rok plus beberapa macam atasan kayak oversized shirt, basic shirt, blouse sama outer, oiya termasuk juga inner shirt kayak turtle neck gitu ya. So far, aku emang belum punya juga home dress atau abaya atau tunik, karena aku masih peralihan dari Pungki yang rokenrol ke Pungki yang pake rok dan tetep rolling when something funny comes out.

Nah, dari semua jenis pakaian yang ada di lemari, aku cuma punya beberapa warna aja dari keseluruhan warna yang ditawarin pada penjual online itu. Kenapa? Itu tadi, biar gampang nge-match nya. Jangan lupa juga untuk pilih color pallete kegemaran, biar fokus pilih warna outfit.

Untuk warna-warna yang kupilih, seringnya warna blue, brown, grey, pink dan turunannya. Hahahaha. Maksudnya shades warna kayak deep atau light gitu. Untuk blue aku pilih warna navy, light blue, atau classic blue, kalo brown ya kurang lebih, kayak warna mocca, cappucino atau cream masih boleh lah yaa. Grey, udah pasti dark grey, silver grey, atau blue grey. Nah, pink sih any pink aku terima dengan senang hati apalagi kalo gratis hahahaha. Sementara kalo kerudung, aku sejujurnya masih telen semua warna alias warna warni sih Buibu, kan itu tadi masih peralihan.

Walhasil, everyday outfit aku tinggal pilih aja secara acak. Tinggal tambah sepatu, dan jadilah #ootd #alamamajeng!

Gitu aja sih tips #ootd dari aku. Ada yang punya preferensi sama kayak cara aku pilih outfit?





Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

A woman named Pungki, lahir tanggal 9 Mei 1986. Ibu anak satu yang seneng cerita random things. But, mostly soalan lifestyle. Hobby nongkrong, diskusi, dan menulis. Ibu rumah tangga plus full-attempt mom. Pernah jadi MC talkshow, News Presenter channel streaming, penyiar radio, English teacher, copy writer, dan hampir nyemplung ke bidang Hospitality, tapi, belum pernah ada yang nawarin jadi artis atau influencer. Hahaha. Well, anyone interested to know more about me? Kindly reach me through my social media. I'll see you soon!

Follow Us

  • email
  • facebook
  • instagram

Follow This Site

recent posts

Blog Archive

  • June 2020 (1)
  • May 2020 (13)
  • April 2020 (1)

Created with by ThemeXpose